Informasi Seputar Budidaya Ikan Gabus

Budidaya ikan gabus

Budidaya ikan gabus bisa dikatakan tidak sepopuler dengan budidaya ikan air tawar lainnya. Namun jika diperhatikan lagi, ternyata budidaya ikan gabus bisa menghasilkan omset yang cukup menjanjikan. Ikan gabus masih kalah populer dengan ikan lele, nila dan bandeng. Padahal kalau dilihat dari segi kandungan gizi, ikan ini justru memiliki nilai gizi yang sangat tinggi.

Percaya atau tidak, ikan ini memiliki kandungan asam amino esensial dan non-esensial. Bahkan ikan ini terbukti secara ilmiah mampu membantu proses penyembuhan luka bakar, hepatitis, infeksi paru-paru dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, sehingga baik diberikan untuk ibu hamil, bayi dan anak-anak. Namun sangat disayangkan, popularitasnya belum setenar dengan ikan tawar lainnya. Makanya jarang ditemui orang yang mencoba usaha budidaya ikan gabus.

Budidaya ikan gabus

Langkah dalam Budidaya Ikan Gabus

Ada tiga jenis ikan gabus yang paling sering dibudidayakan yaitu, Great Snackhead (weight over), Forest Snackhead (weight medium) dan Channa Gacua (weight loss). Pada umumnya jenis ikan gabus Channa Gacua yang paling kecil dan paling banyak dibudidayakan. Bentuknya menyerupai ular, lincah dan licin seperti lele.

Nah, adapun soal harga, ikan gabus dipatok antara Rp. 30.000 – Rp. 40.000 perkilonya. Jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan ikan patin, ikan nila dan ikan tawar lainnya. Kalau menejemen pengelolaan ikan bagus, maka seorang pengusaha budidaya ikan gabus mampu meraih untung yang baik pula. Asal rajin dan telaten.

Telah diketahui tentunya bahwa setiap usaha pasti memiliki kendala, adapun kendala atau masalah yang biasa dihadapi dalam budidaya ikan gabus yaitu, Ikan gabus lebih liar dari pada lele. Solusinya, pinggiran kolam dibuat jadi lebih tinggi. Ikan ini juga termasuk ikan kanibal. Karenanya, pemisahan antara anak ikan gabus dengan ikan gabus dewasa harus dilakukan agar anak ikan tidak dimakan oleh ikan dewasa. Belum lagi proses pemijahannya yang rumit, dipastikan ini menyulitkan peternak untuk memisahkan ikan kecil dari ikan dewasa.

Syukurnya, ikan gabus sama sekali tidak rewel soal air. Meskipun dikuras sekali sebulan tidak apa-apa karena ikan ini memakai pernapasan bimodal (memakai insang dan menghirup oksigen di udara secara langsung). Selama ada air mengalir meskipun kecil dan sisa pakan atau kotoran di dalam air tidak terlalu banyak, maka bibit ikan gabus mampu bertahan. Semoga tips budidaya ikan gabus ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *