Teknik Parenting untuk Membentuk Anak yang Mandiri

Anak-anak membutuhkan orang tua untuk membentuk kepribadiannya termasuk dalam hal kemandirian. Anda  selaku orang tua memiliki andil besar untuk itu. Info parenting kali ini akan membantu Anda untuk dapat membentuk anak yang mandiri. Lakukan cara ini sejak anak masih kecil sebelum memasuki bangku sekolah.

  1. Perkenalkan dengan Lingkungan

Setelah anak pandai berbicara dan Anda sudah mengajarinya cara berkomunikasi. Perkenalkan anak dengan lingkungan agar dapat terbiasa berinteraksi. Langkah ini bisa diterapkan sejak anak berusia 4 tahun sebagai latihan untuk menjadi anak yang mandiri.

Sikap yang mandiri tentu saja karena anak sudah memiliki keberanian. Bisa melakukan interaksi dengan lingkungan merupakan bentuk keberanian yang menjadi modal anak untuk mandiri. Berikan anak waktu beberapa jam untuk main di luar bersama anak seumurannya.

Namun, Anda tetap harus memantau anak agar tidak terjadi risiko anak terjatuh atau lainnya. Bawa anak ke tempat yang ramai juga menjadi cara agar anak tidak merasa takut. Misalnya saja membawa anak ke acara Anda seperti pesta atau sejenisnya. Anak tidak akan merasa canggung untuk berbicara dengan orang lain jika sudah terbiasa.

  1. Menjadi Pelindungnya

Anda perlu menjadi pelindung anak dalam proses belajar mandiri yang dilaluinya. Anak membutuhkan Anda sebagai pelindungnya untuk memastikan tidak terjadi apa-apa dengan anak. Dalam hal ini, Anda tidak di tempatkan untuk membela anak. Tetapi, lebih kepada memberikan semangat kepada anak sehingga membuatnya merasa ada yang melindunginya.

Berikan dia dorongan untuk berani melakukan apa yang ingin dilakukannya. Rasa yakin yang tumbuh di hati berkas perlindungan Anda akan membuatnya bisa terlatih untuk mandiri. Anda tetap harus menjaga sikap dengan tidak membuatnya menjadi manja. Info parenting untuk langkah kedua ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terkesan memanjakan.

  1. Kebebasan dan Penghargaan

Anak bisa mandiri ketika Anda bisa memberikan kebebasan padanya untuk menentukan keputusan sendiri. Hal ini tentu saja dengan berdiskusi bersama Anda selaku orang tuanya. Berikan anak kebebasan untuk menentukan pilihan sekaligus membuatnya belajar bertanggung jawab atas apa yang diputuskannya.

Anak pelan-pelan akan menjadi mandiri tanpa perlu membebankan Anda dari setiap keputusannya. Namun, tetap akan melibatkan Anda dalam memberikan sudut pandang kepadanya. Biasanya hal ini akan tampak ketika anak telah memasuki usia 17 tahu.

Anda harus bisa membuat anak menentukan pilihannya sendiri dengan melakukan analisis yang tepat. Tunjukkan juga ketika pilihannya tepat, berikan pujian dan rasa bangga Anda kepada anak agar ia semakin percaya diri. Bagaimana pun juga keberanian dan rasa percaya diri menjadi modal untuk bisa bersikap mandiri.

Info parenting untuk membentuk anak yang mandiri ini perlu dilakukan dengan hati-hati dan bertahap. Anda harus melakukan komunikasi yang tepat agar anak bisa menangkap maksud yang ingin disampaikan. Mulailah untuk menjalin kedekatan dengan anak agar lebih mudah untuk bisa membentuknya menjadi anak yang mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *